Sabtu, 30 Mei 2015

Bahan Bakar Hidrogen (BBH)

    Dari sekian banyak jenis energi yang terbarukan, BBH atau Bahan Bakar Hidrogen merupakan energi yang ramah lingkungan. Produk pembakarannya hanya air jadi tidak menyebabkan polusi terhadap udara. BBH telah digunakan sebagai bahan bakar roket. Dengan hidrogen yang relatif sedikit di reaksikan dengan oksigen menghasilkan enegi yang dapat mengantarkan roket keluar angkasa. Prinsip ini telah menjadi pemikiran orang eropa untuk mencanangkan BBH sebagai sumber energi nasional, seperti swedia dan inggris. Indonesia memiliki sumber Hidrogen berlimpah dapat di eksplorasi menjadi energi sehingga pencangan BBH sebagai sumber energi nasional sangat cocok diterapkan.

Pangertian BBH
      Bahan Bakar Hidrogen atau Fuel cell adalah sumber energi masa depan yang bersifat ecoenergy dengan proses pembakaran yang hanya menghasilkan air dan energi (listrik dan panas).BBH berbeda dari kerja aki, jika aki menghabiskan zat dari dalam untuk bekerja, sel bahan bakar memanfaatkan zat dari luar, seperti hidrogen dan oksigen, dan terus bekrja tanpa henti selama sumber bahan bakar tersedia. Hidrogen sendiri di hasilkan melalui proses tertentu dan disimpan sedangkan oksigen berasal dari atmosfer. Hidrogen yang di simpan akan di campur dengan oksigen dari atmosfer dan terjadi reaksi kimia. Reaksi ini merupakan pereaksian pembentukan air yang membebaskan energi. Energi tersebut di konversi menjadi listrik hingga mendekati 100% dan sisanya adalah panas.

Sumber Hidrogen
    Hidrogen adalah unsur alam yang paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta. Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen sendiri merupakan molekul yang sangat reaktif. Keberadaannya dibumi lebih banyak membentuk senyawa dengan unsur yang lain. Contohnya  metana (CH4), air (H2O), dan sebagainya.

Alasan Penggunaan BBH
     Energi dapat dihasil dari berbagai cara, antara lain pembakaran, reaksi inti, dan mekanik. Reaksi inti digunakan dalam nuklir. Sedangkan Mekanik merupakan energi gerak secara fisika. Sedangkan pembakaran menggunakan oksigen sebagai reaktan untuk melepaskan ikatan kimia sehingga menghasilkan energi.
Menghasilkan energi dari BBH termasuk dalam proses pembakaran. Pembakaran BBH dapat diformulasikan :

   2H2 + O2         2H2O + Energi

Pembakaran hidrogen tersebut terjadi secara eksotermik. Hidrogen tergolong molekul yang sangat reaktif sehingga pembakaran dapat berlangsung dengan mudah. Reaksi menghasilkan dua molekul air yang terdiri dari sepasang ikatan O—H. Energi total yang dihasilkan reaksi pembakaran hidrogen ini adalah 482 kJ, energi yang cukup besar untuk membuat suatu ledakan.
Bandingkan dengan reaksi pembakaran gas alam (metana), minyak (minyak bumi), dan biomassa dengan pembakaran hidrogen. Formulasi pembakaran metana, minyak, biomassa secara berurutan:

    CH4 + 2O2                CO2 + 2H2O
    2(-CH2-) + 3O2           2CO2 + 2H2O
    C2H5OH + 3O2          2CO2 + 3H2O

Pembakaran metana menghasilkan energi sebesar 810 kJ, sedangkan minyak sebesar 1220 kJ, dan biomassa 1257 kJ. Secara analisa dapat dilihat dari tiap mol oksigen yang dibutuhkan masing-masing bahan bakar dalam pembakaran. Metana membutuhkan 2 mol oksigen untuk menghasilkan energi sebesar 810 kJ. Hal ini berarti pembakaran metana tiap mol oksigen adalah 405 kJ. Pembakaran minyak tiap mol oksigennya menghasilkan energi sebesar 407 kJ. Pembakaran biomassa menghasilkan 419 kJ per mol oksigen. Bandingkan dengan energi yang dihasilkan pembakaran hidrogen sebesar 482 kJ per mol oksigen 4). Kebutuhan oksigen dalam pembakaran lebih efisien hidrogen dan menghasilkan pembakaran sempurna.

Kelebihan dan kekurangan BBH
    BBH juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dari  berbagai aspek kelebihan dari BBH jika di terapkan di Indonesia, seperti aspek lingkungan, SDA, kesehatan, dan sebagainya. Produk dari penggunaan energi BBH adalah air, jadi kelebihannnya dapat di gunakan untuk menciptakan ecoenergy, dengan air dan air laut yang menjadi sumbernya. Air yang mengalami siklus tidak akan terkurangi jumlahnya yang artinya jumlah air adalah tetap sehingga BBH selalu terbarukan.

   Dan kekurangannya antara lain, produksi, perawatan alat, dan pengaturan jumlah pemakai kendaraan. Untuk menggunakan BBH secara massal perlu produksi dalam skala besar. Biaya produksi, distribusi, dan konsumsi harus diatur dengan baik. Perawatan alat penghasil energi juga menjadi kendala. Pereaksian hidrogen dengan oksigen bukan hanya air saja yang dihasilkan, sinar UV menjadi produk sampingnya. Resiko ledakan sangat rentan dalam penggunaannya. Selain itu, pengaturan jumlah pemakai kendaraan menjadi hal penting dalam penerapan penggunaan BBH. Masalah kemacetan tidak lepas dari penggunaan kendaraan yang banyak. Maka dari itu, perlu tindakan dari pemerintah yang baik sehingga penerapan penggunaan BBH tidak memberi dampak negatif bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar