Bahan Bakar Hidrogen
(BBH)
Dari
sekian banyak jenis energi yang terbarukan, BBH atau Bahan Bakar Hidrogen
merupakan energi yang ramah lingkungan. Produk pembakarannya hanya air jadi
tidak menyebabkan polusi terhadap udara. BBH telah digunakan sebagai bahan
bakar roket. Dengan hidrogen yang relatif sedikit di reaksikan dengan oksigen
menghasilkan enegi yang dapat mengantarkan roket keluar angkasa. Prinsip ini
telah menjadi pemikiran orang eropa untuk mencanangkan BBH sebagai sumber
energi nasional, seperti swedia dan inggris. Indonesia memiliki sumber Hidrogen
berlimpah dapat di eksplorasi menjadi energi sehingga pencangan BBH sebagai
sumber energi nasional sangat cocok diterapkan.
Pangertian BBH
Bahan
Bakar Hidrogen atau Fuel cell adalah sumber energi masa depan yang bersifat
ecoenergy dengan proses pembakaran yang hanya menghasilkan air dan energi (listrik dan panas).BBH berbeda dari kerja aki, jika aki menghabiskan zat dari
dalam untuk bekerja, sel bahan bakar memanfaatkan zat dari luar, seperti
hidrogen dan oksigen, dan terus bekrja tanpa henti selama sumber bahan bakar
tersedia. Hidrogen sendiri di hasilkan melalui proses tertentu dan disimpan
sedangkan oksigen berasal dari atmosfer. Hidrogen yang di simpan akan di campur
dengan oksigen dari atmosfer dan terjadi reaksi kimia. Reaksi ini merupakan
pereaksian pembentukan air yang membebaskan energi. Energi tersebut di konversi
menjadi listrik hingga mendekati 100% dan sisanya adalah panas.
Sumber Hidrogen
Hidrogen adalah unsur alam yang paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam
semesta. Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma.
Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi, dan
biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti
metana. Hidrogen sendiri merupakan molekul yang sangat reaktif. Keberadaannya
dibumi lebih banyak membentuk senyawa dengan unsur yang lain. Contohnya metana (CH4), air (H2O), dan sebagainya.
Alasan Penggunaan BBH
Energi dapat dihasil dari berbagai cara,
antara lain pembakaran, reaksi inti, dan mekanik. Reaksi inti digunakan dalam
nuklir. Sedangkan Mekanik merupakan energi gerak secara fisika. Sedangkan pembakaran
menggunakan oksigen sebagai reaktan untuk melepaskan ikatan kimia sehingga
menghasilkan energi.
Menghasilkan energi
dari BBH termasuk dalam proses pembakaran. Pembakaran BBH dapat diformulasikan
:
2H2 + O2 2H2O + Energi
Pembakaran hidrogen
tersebut terjadi secara eksotermik. Hidrogen tergolong molekul yang sangat
reaktif sehingga pembakaran dapat berlangsung dengan mudah. Reaksi menghasilkan
dua molekul air yang terdiri dari sepasang ikatan O—H. Energi total yang
dihasilkan reaksi pembakaran hidrogen ini adalah 482 kJ, energi yang cukup
besar untuk membuat suatu ledakan.
Bandingkan dengan
reaksi pembakaran gas alam (metana), minyak (minyak bumi), dan biomassa dengan
pembakaran hidrogen. Formulasi pembakaran metana, minyak, biomassa secara
berurutan:
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
2(-CH2-) + 3O2 2CO2 + 2H2O
C2H5OH + 3O2 2CO2 + 3H2O
Pembakaran metana
menghasilkan energi sebesar 810 kJ, sedangkan minyak sebesar 1220 kJ, dan biomassa 1257
kJ. Secara analisa dapat dilihat dari tiap mol oksigen yang dibutuhkan
masing-masing bahan bakar dalam pembakaran. Metana membutuhkan 2 mol oksigen
untuk menghasilkan energi sebesar 810 kJ. Hal ini berarti pembakaran metana
tiap mol oksigen adalah 405 kJ. Pembakaran minyak tiap mol oksigennya
menghasilkan energi sebesar 407 kJ. Pembakaran biomassa menghasilkan 419 kJ per
mol oksigen. Bandingkan dengan energi yang dihasilkan pembakaran hidrogen
sebesar 482 kJ per mol oksigen 4). Kebutuhan
oksigen dalam pembakaran lebih efisien hidrogen dan menghasilkan pembakaran
sempurna.
Kelebihan dan kekurangan
BBH
BBH juga
memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dari
berbagai aspek kelebihan dari BBH jika di terapkan di Indonesia, seperti
aspek lingkungan, SDA, kesehatan, dan sebagainya. Produk dari penggunaan energi
BBH adalah air,
jadi kelebihannnya dapat di gunakan untuk menciptakan ecoenergy, dengan air dan
air laut yang menjadi sumbernya. Air yang mengalami siklus tidak akan
terkurangi jumlahnya yang artinya jumlah air adalah tetap sehingga BBH selalu
terbarukan.
Dan
kekurangannya antara lain, produksi, perawatan
alat, dan pengaturan jumlah pemakai kendaraan. Untuk menggunakan BBH secara
massal perlu produksi dalam skala besar. Biaya produksi, distribusi, dan
konsumsi harus diatur dengan baik. Perawatan alat penghasil energi juga menjadi
kendala. Pereaksian hidrogen dengan oksigen bukan hanya air saja yang
dihasilkan, sinar UV menjadi produk sampingnya. Resiko ledakan sangat rentan
dalam penggunaannya. Selain itu, pengaturan jumlah pemakai kendaraan menjadi
hal penting dalam penerapan penggunaan BBH. Masalah kemacetan tidak lepas dari
penggunaan kendaraan yang banyak. Maka dari itu, perlu tindakan dari pemerintah
yang baik sehingga penerapan penggunaan BBH tidak memberi dampak negatif bagi
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar